Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Design’ Category

Curing/ Perawatan Beton

Reaksi kimiawi antara semen dan air membutuhkan waktu. Fungsi semen sebagai perekat mulai berkembang pada saat umur beton masih muda, makanya untuk pekerjaan beton baik konvensional maupun precast perlu dilakukan perawatan beton. Tujuan perawatan beton yaitu : (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Siklus Retak-Korosi-Retak pada Beton di Lingkungan Laut :

(lebih…)

Read Full Post »

Ruang Lingkup
Pekerjaan perbaikan pada slab baik retak yang bersifat non struktural (retak rambut) maupun retak struktural.
Tujuan dan Sasaran
Perbaikan terhadap retak dilakukan dengan tujuan :

  1. Memberikan perlindungan terhadap tulangan pada lokasi retak agar tidak terpengaruh lingkungan luar.
  2. Merekatkan kembali beton setelah mengalami pemisahan akibat retak agar beton yang telah mengalami pemisahan tersebut dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

Tipe retak
Tipe ā€“ tipe retak yang terjadi dapat dikategorikan sebagai berikut :

  1. Retak struktural (retak tembus).
  2. Retak non struktural (retak rambut).

Batasan
Untuk pelaksanaan perbaikan dilakukan dengan beberapa metode yang sesuai dengan batasan berikut :

  • Coating

Metode perbaikan dengan coating dilaksanakan pada retak yang bersifat non struktural (retak rambut) bertujuan untuk memberikan perlindungan pada tulangan terhadap pengaruh lingkungan luar

  • Epoxy Injection

Metode perbaikan dengan epoxy injection dilaksanakan pada retak yang bersifat struktural (retak tembus) bertujuan untuk merekatkan kembali beton yang mengalami pemisahan

(lebih…)

Read Full Post »

Tes Cabut Besi Ulir D10

Kemarin Plant Precast Cibitung PT Adhimix Precast Indonesia kembali melakukan tes cabut terhadap besi D10 yang tertanam dalam beton sedalam 10 cm dengan mutu beton fcā€™ = 40 Mpa. Hal ini dilakukan untuk memastikan seberapa kuat angkur besi ulir D10 yang dilas pada plat embeded facade mampu menahan tarikan. Kalo dari material besinya sih secara teori mampu menahan tarikan sebesar:

(lebih…)

Read Full Post »

Diketahui:

Desain daerah pengangkuran ujung dari suatu balok pasca tarik seperti tergambar di bawah ini. Masing-masing tendon terdiri atas 14 ā€“ D13 strand jenis relaksasi rendah yang mempunyai tegangan ultimit 1860 MPa. Pada saat penarikan, tegangan maksimum pada strand mencapai 0,75 fpu. Mutu beton pada saat penarikan adalah 34,5 MPa.

angkur 1

(lebih…)

Read Full Post »

Girder post-tension pada umumnya diproduksi di pabrik, jika kondisi lapangan memungkinkan maka sistem produksinya bisa dibuat monolith, tetapi jika tidak memungkinkan maka girder dibuat segmental. Jadi girder segmental nantinya dirangkai di lokasi proyek.

Saat kita mendesign girder post-tension, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan yaitu: (lebih…)

Read Full Post »

Bila struktur gedung yang akan kita hitung mempunyai konfigurasi struktur yang sederhana dan kita diharuskan untuk menyajikan data design secara cepat dalam hitungan 1-2 hari, kita dapat mendesign struktur balok secara konservatif.

Pemodelan struktur dilakukan secara 2D mengacu pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung 2002 pasal 10.3.3 dan analisis struktur dikerjakan dengan metode pendekatan untuk menentukan momen lentur dan gaya geser dalam perencanaan balok menerus dan pelat satu arah. (lebih…)

Read Full Post »